
Kamu pernah merasa cemas tiap kali buka aplikasi mobile banking? Atau sering menunda lihat catatan keuangan karena takut saldo makin menipis? Kalau iya, mungkin kamu sedang mengalami financial anxiety, alias kecemasan finansial yang sering tidak disadari.
Masalah ini bukan cuma dialami oleh orang yang kekurangan uang. Bahkan mereka yang berpenghasilan stabil pun bisa merasa gelisah tiap kali membicarakan uang, takut salah keputusan, atau khawatir kehilangan kendali atas keuangan sendiri.
Financial anxiety sering muncul karena hal-hal yang tampak kecil: gaya hidup yang tidak seimbang, kurangnya kontrol atas pengeluaran, atau tidak punya sistem keuangan yang jelas. Tapi kabar baiknya, kamu bisa mengatasinya, asal tahu tanda-tandanya lebih dulu.
Berikut lima tanda kamu mungkin punya financial anxiety tanpa sadar.
1. Takut Mengecek Saldo atau Catatan Pengeluaran
Kamu tahu pengeluaranmu banyak, tapi memilih untuk tidak melihat detailnya. Setiap kali mau buka aplikasi bank, rasanya seperti siap kena tegur. Ini tanda pertama bahwa kamu belum berdamai dengan kondisi keuanganmu.
Padahal, justru dengan tahu posisi keuangan secara jujur, kamu bisa mulai mengambil langkah kecil untuk memperbaikinya. Mengetahui masalah lebih cepat artinya punya waktu lebih banyak untuk memperbaiki keadaan.
2. Selalu Merasa Bersalah Setelah Belanja
Pernah nggak sih, habis beli sesuatu langsung muncul rasa bersalah, padahal barangnya kamu butuhkan? Ini juga bentuk kecemasan finansial. Kamu terlalu takut uangmu berkurang, sampai lupa bahwa pengeluaran yang direncanakan bukanlah kesalahan.
Belanja bukan masalah selama masih dalam batas wajar dan disesuaikan dengan prioritas. Yang penting bukan menekan semua pengeluaran, tapi tahu mana yang benar-benar penting untukmu.
3. Menghindari Pembicaraan Tentang Uang
Banyak orang merasa tidak nyaman saat harus bicara soal keuangan, baik dengan pasangan, keluarga, maupun teman. Padahal, justru komunikasi yang terbuka bisa jadi cara untuk saling memahami dan membantu satu sama lain.
Menghindari topik keuangan hanya akan membuat masalahnya menumpuk. Mulailah dengan percakapan kecil, misalnya soal pengeluaran rumah tangga atau rencana menabung. Semakin sering kamu membicarakan uang, semakin kecil rasa cemas yang kamu rasakan.
4. Terlalu Perfeksionis Saat Mengatur Keuangan
Ada juga sisi sebaliknya: terlalu obsesif mencatat semua pengeluaran sampai stres sendiri kalau ada yang meleset dari rencana. Perfeksionisme finansial bisa membuat kamu lelah, karena selalu ingin semuanya sempurna.
Padahal, pengelolaan uang yang baik tidak harus kaku. Hidup tetap perlu fleksibilitas. Kalau terlalu ketat, kamu malah bisa kehilangan keseimbangan dan akhirnya menyerah di tengah jalan.
5. Selalu Takut Kehabisan Uang Walau Sudah Punya Cukup
Kamu punya tabungan, tapi tetap cemas uangnya tidak akan cukup. Ketakutan seperti ini biasanya muncul karena tidak punya sistem pengelolaan yang jelas. Uang terasa cepat habis karena kamu tidak tahu ke mana arahnya pergi.
Membuat anggaran dan memisahkan rekening sesuai tujuan bisa jadi solusi sederhana. Dengan begitu, kamu tahu pasti mana uang untuk kebutuhan, tabungan, dan dana darurat. Saat semuanya terukur, rasa khawatir pun akan berkurang.
Tenangkan Pikiranmu, Atur Uangmu dengan Lebih Terarah
Financial anxiety bukan tanda kamu gagal secara finansial, tapi sinyal bahwa kamu butuh sistem yang lebih sehat untuk merasa aman dengan uangmu sendiri. Rasa cemas bisa dikendalikan dengan disiplin, transparansi, dan dukungan teknologi finansial yang memudahkanmu mengatur uang tanpa stres.
Di sinilah keunggulan Krom bank bisa membantu. Krom Bank memungkinkan kamu membuat hingga 20 Kantong Tabungan dan 40 Deposito berbeda sesuai tujuan finansial, dengan bunga tabungan 6% per tahun dan deposito berjangka hingga 8,25%. Kamu juga bisa mencairkan deposito kapan saja tanpa penalti, menikmati 100 kali transfer gratis setiap bulan, dan terbebas dari biaya admin.
Semua layanan Krom Bank diawasi oleh OJK, Bank Indonesia, dan dijamin LPS. Jadi kamu bisa fokus memperbaiki hubunganmu dengan uang tanpa perlu terus-menerus diliputi rasa khawatir. Karena pada akhirnya, keuangan yang sehat bukan tentang berapa banyak uang yang kamu punya, tapi seberapa tenang kamu saat mengelolanya.